Langsung ke konten utama

Tujuan Pembelajaran Fisika



Tujuan Pembelajaran Fisika

                Berdasarkan Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014, mata pelajaran fisika SMA/MA bertujuan untuk:

1.       Menambah keimanan peserta didik dengan menyadari hubungan keteraturan, keindahan alam, dan kompleksitas alam dalam jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya;

2.       Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; ulet; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif; dan peduli lingkungan) dalam beraktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan berdiskusi;

3.       Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan;

4.       Memupuk sikap ilmiah yaitu jujur, objektif, terbuka, ulet, kritis, dan dapat bekerja sama dengan orang lain;

5.       Mengembangkan pengalaman untuk menggunakan metode ilmiah dalam merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, merancang dan merakit instrument percobaan, mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis;

6.       Mengembangkan kemampuan bernalar dalam berpikir analisis induktif dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip fisika untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menyelesaikan masalah baik secara kualitatif dan kuantitatif;

7.       Menguasai konsep dan prinsip fisika serta mempunyai keterampilan mengembangkan pengetahuan, dan sikap percaya diri sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOAL-SOAL PREDIKSI UJIAN LISAN MEI-JUNI 2026, MATERI : PENERAPAN HUKUM NEWTON DAN MOMENTUM DAN IMPULS

  MATERI : PENERAPAN HUKUM NEWTON  1.   Seorang anak berada di dalam lift yang bergerak ke atas dengan kecepatan 4 m/s . Jika massa anak 40 kg dan percepatan gravitasi 10 m/s 2 maka gaya normal (N) yang bekerja pada anak tersebut adalah …. 1   Benda yang massanya 1 kg berada pada bidang miring licin 30 0 jika akselerasi gravitasi 10 m/s 2 , percepatan benda tersebut adalah …. 1. Sistem dua balok, x dan y yang masing-masing bermassa m dan 2m dipercepat sepanjang bidang datar licin oleh gaya F yang bekerja pada balok x seperti pada gambar. perpaduan resultan gaya aksi rekasi antara balok x dan y ?            1. Jika koefisien gesek kinetik antara balok A dengan meja 0,1 dan percepatan gravitasi 10 m/s 2 , gaya yang harus dikerjakan pada A agar sistem bergerak ke kiri dengan percepatan 2 m/s 2 adalah …. N        MATERI : MOMENTUM DAN IMPULS  1. Benda bermassa 10 kg berge...

SOAL-SOAL PREDIKSI UJIAN LISAN MEI-JUNI 2026, MATERI HUKUM ARCHIMEDES

  MATERI : HUKUM ARCHIMEDES Awal Mula Hukum Archimedes Hukum Archimedes berawal dari sebuah kisah terkenal di zaman Yunani Kuno yang melibatkan ilmuwan bernama Archimedes sekitar tahun 250 SM di kota Syracuse . Kisah Mahkota Raja Raja Hiero II memerintahkan seorang pengrajin membuat mahkota emas. Namun sang raja curiga bahwa pengrajin tersebut mencampurkan perak ke dalam emas mahkota. Raja kemudian meminta Archimedes mencari cara untuk membuktikan apakah mahkota itu emas murni atau telah tercampur perak seperti dugaannya tanpa merusaknya. Penemuaan Saat Mandi Berhari-hari, berbulan-bulan Archimedes memikirkan cara bagaimana membuktikan dan menemukan jawaban permintaan Raja Hiero II.  Hingga suatu hari, Archimedes masuk ke dalam bak mandi yang penuh air. Ia memperhatikan bahwa saat tubuhnya masuk ke udara, sebagian udara meluap keluar. Dari pengamatan itu, ia menyadari: benda yang dicelupkan ke dalam air akan mengeluarkan sejumlah udara, dan benda tersebut mengalami ga...

Penerapan gaya Lorentz dalam Teknologi

Gaya Lorentz dimanfaatkan pada galvanometer, motor listrik, relay, dan kereta maglev. 1.       Galvanometer Galvanometer berperan sebagai komponen dasar pada beberapa alat ukur, antara lain amperemeter, voltmeter, serta ohmeter. Alat ini digunakan untuk mendeteksi dan mengukur arus listrik lemah. Galvanometer berupa kumparan bergerak, terdiri atas sebuah kumparan dari kawat tembaga dan dapat berputar pada sumbunya yang mengelilingi sebuah inti besi lunak tetap yang berada di antara kutub-kutub suatu magnet permanen. Interaksi antara medan magnet permanen dengan sisi-sisi kumparan akan dihasilkan bila arus mengalir melaluinya, sehingga akan mengakibatkan torsi pada kumparan. Kumparan bergerak memiliki tongkat penunjuk atau cermin yang membelokkan berkas cahaya ketika bergerak; tingkat pembelokan tersebut merupakan ukuran kekuatan arus. Dewasa ini, peralatan elektronik digital semakin banyak digunakan menggantikan jenis kumparan bergerak. ...